PemKab Bangka Tengah Gencarkan Sosialisasi Anti Kekerasan

Koba - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menggencarkan sosialisasi antikekerasan terhadap anak. "Sosialisasi terus dilakukan hingga ke pedesaan untuk mencegah dan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk menghindari perilaku kekerasan terhadap anak," kata Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Daerah, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangka Tengah, Susanti di Koba, Kamis.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah sudah berkomitmen menekan kasus kekerasan terhadap anak sejak ditetapkan daerah itu sebagai kabupaten layak anak. "Bangka Tengah sudah dideklarasikan sebagai kabupaten layak anak sejak tiga tahun yang lalu, ini harus dibuktikan dengan melindungi anak dari tindak kekerasan," ujarnya.

Pihaknya juga selalu melakukan penyuluhan kepada masyarakat terhadap pentingnya memenuhi hak anak dan melindunginya agar menjadi generasi emas ke depan. "Kesadaran masyarakat perlu ditumbuhkan dalam menjaga, melindungi dan memenuhi hak anak untuk menghindari tindakan kekerasan," ujarnya.

Susanti mengakui secara bertahap kasus kekerasan terhadap anak belakangan ini sudah mulai berkurang dan itu membuktikan bahwa sosialisasi sangat efektif. "Sudah mulai berkurang namun angkanya saya belum lihat data tetapi menunjukkan grafik penurunan dalam dua tahun terakhir," ujarnya.

Ia mengatakan peran orang tua sangat menentukan agar anak tidak menjadi korban kekerasan yang dapat merusak mental dan masa depan mereka. "Orang tua menjadi sasaran penyuluhan anti kekerasan terhadap anak, karena pendidikan keluarga sangat menentukan dan mampu mencegah kekerasan terhadap anak," ujarnya.

Sumber: 
antara babel
Penulis: 
antara babel
Editor: 
Erik
Bidang Informasi: 
dppkbpppa