Eksploitasi Anak Dibawah Umur,Band Grup Musik Akan Ditindak!

KOBA-Bagi para penyelenggara band grup musik atau orgen tunggal yang biasa mempekerjakan anak-anak dibawah umur bahkan mengeksploitasi secara berlebihan maka bersiaplah untuk mendapat sanksi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Bangka-Tengah (Bateng), Dra. Susanti kepada RB seusai penutupan Jambore Remaja Selawang Segantang 2014, Sabtu (8/2) kemarin.

"Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak. Berisikan larangan keras untuk melakukan eksploitasi tubuh anak dan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja melarang keras mempekerjakan anak dibawah umur. Siapapun orang yang dengan sengaja melakukan hal itu ke anak dibawah umur maka akan berhadapan dengan hukum. Orang-orang seperti inilah yang akan diperangi Forum Anak Bateng,mereka sudah berkomitmen melakukannya setelah jambore remaja Selawang Segantang kemarin digelar (6-8/2),"ulasnya.

Pihaknya kata Susanti akan terus mensosialisasikan larangan mempekerjakan anak dibawah umur tersebut sesuai perundang-undangan berlaku. Saat ini kata dia, ada 6 bilboard terpasang di 6 kecamatan yang berisikan sosialisasi perlindungan anak.

"Bagi pelajar yang sering ikut band lalu tampil menyanyi dengan menggunakan pakaian yang sexy dan membuka aurat, maka akan kita datangi guru dan para orang tuanya agar melarang anaknya ikut nyanyi lagi kemudian fokus sekolah. Begitu juga anak yang tidak sekolah akan dilakukan pendekatan melalui aparat desa setempatnya. Kemudian bagi pelaku yang mempekerjakan anak dibawah umur, kita pun tidak akan tinggal diam untuk memberitahunya kemudian serentak memerangi orang-orang seperti ini, jika sosialisasi dan peringatan tak diindahkan,"pungkasnya.

Lanjutnya, orang yang menulis tinta kepada anak-anak, yakni mereka para orang tua, guru, masyarakat lingkungan sekitar dan pemerintah. Sementara peran pemerintah sendiri seperti sekarang sudah dilakukan dengan baik, pihaknya juga genjar melakukan sosialisasi menuju layak Anak dengan melakukan pendekatan ke masyarakat.

"Komitmen menuju daerah layak anak, kamipun sudah mengajukan prodak hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan anak ke DPRD Bateng tahun 2014. Refrensi memang harus dibuat, agar kedepan Pemerintah lebih mudah membuat program kerja mengenai peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) terutama kepada anak,"katanya.

Upaya lainnya, pemerintah sudah menjadi fasilitator pembentukan Forum Anak Bangka Tengah (Bateng). Di Bangka Belitung (Babel), baru Kabupaten Bateng saja yang telah membentuk Forum Anak. Kini, anak-anak yang telah tergabung di Forum Anak mencapai 600 orang semenjak 2012.

"Senjata yang paling ampuh dalam mencegah terjadinya free sex, penyalah gunaan narkoba dan penyakit HIV/AIDS terutama adalah peran serta anak itu sendiri, sebab dari merekalah bisa menciptakan suatu gerakan 'say no to free sex, drugs and HIV/AIDS' melalui wadahnya Forum Anak, karena mengingat yang menjadi korban kebanyakan anak-anak,"ujar Susanti.

Sumber: 
radarbangka.co.id
Penulis: 
radarbangka.co.id
Bidang Informasi: 
dppkbpppa